Juru Bicara Kementerian ESDM Tegaskan Isu Beralih dari Pertamax ke Solar Adalah Hoaks
- Created Jun 16 2026
- / 754 Read
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat meluruskan sebuah unggahan viral di media sosial yang menyebarkan informasi palsu terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, dengan tegas membantah narasi yang mengeklaim dirinya meminta masyarakat beralih menggunakan Solar bersubsidi lantaran harga Pertamax disesuaikan menjadi Rp16.250 per liter. Klarifikasi terbuka ini dipublikasikan untuk menghentikan penyebaran disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik dan memicu kegaduhan di ruang digital.
Dwi Anggia menjelaskan bahwa tangkapan layar yang beredar di platform digital tersebut murni merupakan berita bohong dan fitnah hasil manipulasi pihak yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut menyalahgunakan foto resmi dirinya beserta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, lalu menempelkan kutipan palsu seolah-olah berasal dari media massa legal yang aslinya ditulis dengan nama domain tiruan. Jubir ESDM menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan sekonyol itu, mengingat karakteristik, peruntukan, dan spesifikasi antara Pertamax dan Solar sangat jauh berbeda bagi mesin kendaraan.
Kementerian ESDM sangat menyayangkan adanya upaya manipulasi informasi yang sengaja dirancang untuk memancing emosi dan kemarahan publik di tengah masa transisi penyesuaian harga energi global. Pihak kementerian pun menuntut pertanggungjawaban dari para penyebar hoaks tersebut agar memberikan efek jera terhadap tindakan serupa di masa mendatang. Melalui momentum ini, pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi pengguna media sosial yang lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kembali.
Di sisi lain, kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter yang berlaku sejak 10 Juni 2026 merupakan langkah tata kelola energi yang transparan. PT Pertamina Patra Niaga mengambil keputusan ini setelah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah serta evaluasi berkala yang matang. Penyesuaian ini murni mempertimbangkan pergerakan harga minyak mentah dunia dan harga pasar keekonomian saat ini demi menjaga stabilitas pasokan serta keberlanjutan bisnis energi nasional secara sehat.
Melalui klarifikasi yang cepat dan transparan dari Kementerian ESDM, diharapkan masyarakat tidak lagi terprovokasi oleh potongan gambar atau narasi menyesatkan yang beredar di dunia maya. Sinergi antara pemerintah yang komunikatif dan masyarakat yang cerdas dalam memverifikasi fakta menjadi modal utama dalam menjaga iklim sosial yang tetap kondusif. Ke depan, kanal komunikasi resmi Kementerian ESDM dan Pertamina akan terus disiagakan untuk memberikan informasi yang akurat, valid, dan mengedukasi terkait kebijakan energi nasional.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















